Bahrun Rangkayo Rajo Sampono: Semua Kandidat adalah Anak Kemenakan, Dukungan Adat Tidak Berpihak Secara Terbuka
PADANG PARIAMAN, Rabu, 22 April 2026 — Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi antara awak media dengan tokoh adat terkemuka Nagari Katapiang, Bahrun Rangkayo Rajo Sampono, di Warung Kopi Amak, Kampuang Baru, Korong Talao Mundam, Kecamatan Batang Anai.
Kehadiran awak media disambut langsung oleh sosok yang akrab disapa Mak Rajo tersebut. Sebagai pucuk adat yang berulayat di Nagari Katapiang, kehadiran Bahrun menjadi pusat perhatian dalam diskusi yang mengalir santai namun sarat makna, terutama terkait dinamika pesta demokrasi pemilihan wali nagari (Pilwana) serentak di Kabupaten Padang Pariaman.
Dalam perbincangan tersebut, mencuat isu hangat mengenai kontestasi Pilwana di Nagari Katapiang yang diikuti oleh empat putra terbaik daerah. Masyarakat setempat menilai bahwa peran pucuk adat memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah dukungan, mengingat kuatnya nilai-nilai adat dan tradisi musyawarah yang masih dijunjung tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Bahrun Rangkayo Rajo Sampono memberikan pandangan yang tegas namun menyejukkan. Ia menegaskan bahwa dalam struktur adat, setiap keputusan yang diambil bukanlah keputusan personal, melainkan hasil musyawarah mufakat bersama unsur niniak mamak.
“Pandangan masyarakat itu sah-sah saja. Namun dalam adat, keputusan bukan kehendak pribadi, melainkan hasil musyawarah,” ujarnya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Bahrun menepis anggapan bahwa dirinya secara terbuka akan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat. Ia justru menegaskan sikap netralitasnya sebagai pucuk adat.
“Sebagai niniak mamak, keempat calon itu adalah anak kemenakan saya. Saya mendukung semuanya,” tegasnya.
Meski demikian, Bahrun mengakui bahwa secara pribadi ia tetap memiliki hak pilih sebagai warga negara. Namun, pilihan tersebut bersifat rahasia dan tidak akan dipublikasikan.
“Pilihan tetap satu di bilik suara. Tapi siapa yang saya pilih, itu tidak untuk disampaikan ke publik,” katanya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait arah dukungan tokoh adat dalam Pilwana Katapiang.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang tukar pikiran antara media dan tokoh adat, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam menjaga suasana demokrasi yang sehat, damai, dan tetap berlandaskan nilai-nilai adat Minangkabau.
Di tengah dinamika politik lokal, sikap bijak pucuk adat menjadi penyejuk sekaligus pengingat bahwa demokrasi di Nagari Katapiang tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang menjaga persatuan anak nagari. Bahrun Rangkayo Rajo Sampono turut mengingatkan seluruh tim sukses agar menjaga kondusivitas dan menjadikan Pilwana sebagai ajang badunsanak, bukan perpecahan. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya terpilih adalah putra terbaik nagari yang harus didukung bersama. Selain itu, ia juga mengimbau para calon wali nagari untuk tidak memancing suasana yang tidak baik, khususnya di media sosial, serta terus menjaga kedamaian dan kenyamanan di tengah masyarakat. Sikap ini menjadi penutup yang menegaskan bahwa Pilwana Katapiang harus menjadi ruang demokrasi yang sejuk, bermartabat, dan memperkuat kebersamaan seluruh anak nagari.
" Joe young "







