ONE NEWS NUSANTARA

One News Nusantara

Selamat datang di portal berita independen Onanewsnusantara.online yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan inspiratif dari pelosok Nusantara. Dengan tagline “Menyuarakan Rakyat, Menyatukan Nusantara”, kami hadir untuk mengangkat suara rakyat, mendukung transparansi publik, serta melestarikan budaya dan potensi daerah demi kemajuan bangsa.." Dan Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Kata Dalam Penulisan "

Onenewsnusantara.online

Kamis, 09 Oktober 2025

Wujud Sinergi Lintas Instansi, Babinsa Serka Yandri Saleno Hadiri Lokakarya Mini Kesehatan

Forum Diskusi Rutin Bahas Peningkatan Pelayanan dan Solusi Permasalahan Kesehatan di Desa Binaan


Rote Barat Daya – Kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral kembali digelar di Aula Serba Guna Kecamatan Rote Barat Daya, Kamis (09/10/2025), dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Babinsa Kodim 1627-03/Batutua Serka Yandri Saleno.

Forum yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 15.10 WITA ini menjadi wadah penting bagi instansi pemerintah, TNI, Polri, dan lembaga masyarakat untuk membahas capaian serta tantangan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Serka Yandri dalam kesempatan itu menyampaikan dukungannya terhadap program kesehatan terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif. “Melalui lokakarya ini, kita tidak hanya berbicara tentang kesehatan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarinstansi demi kemajuan desa binaan,” ucapnya.

Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Kav Kurn mengapresiasi langkah koordinatif lintas sektor dalam forum tersebut. Ia menilai, kolaborasi yang berkelanjutan akan mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan menguatkan ketahanan sosial di masyarakat.

Selain mempererat hubungan kerja antarsektor, lokakarya ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong terciptanya pola hidup sehat di setiap desa binaan.



" Magdhalena "

Babinsa Ikut Dorong Gerakan Hidup Sehat di Lokakarya Mini Rote Barat Daya

Serka Yandri Saleno Wakili TNI dalam Forum Lintas Sektoral untuk Tingkatkan Pelayanan Publik


Rote Barat Daya – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Kodim 1627-03/Batutua Serka Yandri Saleno turut berpartisipasi dalam kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral yang dilaksanakan di Aula Serba Guna Kecamatan Rote Barat Daya, Kamis (09/10/2025).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan tiap triwulan ini menghadirkan berbagai unsur — mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, Camat, Polsek, Koramil, kepala desa, hingga tokoh masyarakat. Tujuan utama lokakarya ialah mengoptimalkan koordinasi antarinstansi untuk memantau cakupan pelayanan dan mencari solusi bersama atas masalah kesehatan di masyarakat.

Dalam sambutannya, pihak Puskesmas menyampaikan pentingnya dukungan dari seluruh elemen, termasuk TNI, dalam membina masyarakat agar lebih sadar terhadap pola hidup bersih dan sehat.

Serka Yandri menambahkan bahwa Babinsa tidak hanya berperan menjaga keamanan, namun juga turut mendukung pembangunan sosial di masyarakat. “Kita ingin masyarakat sehat, lingkungan bersih, dan kehidupan yang lebih sejahtera. Semua itu butuh kerja sama lintas sektor,” ungkapnya.

Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Kav Kurn menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir mendukung setiap upaya pembangunan manusia yang berkelanjutan, terutama di sektor kesehatan yang menjadi fondasi kesejahteraan nasional.

Kegiatan lokakarya diakhiri dengan penyusunan rencana kerja bersama dan komitmen lintas sektor untuk memperkuat program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di tingkat desa.


" Magdhalena "

Kolaborasi Sehat: Babinsa Serka Yandri Saleno Hadiri Lokakarya Mini Bersama Lintas Sektor

Sinergi TNI, Puskesmas, dan Pemerintah Daerah Wujudkan Kesehatan Masyarakat di Rote Barat Daya


Rote Barat Daya – Dalam upaya memperkuat sinergitas lintas sektor dalam bidang kesehatan, Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Serka Yandri Saleno, menghadiri Lokakarya Mini Lintas Sektoral yang digelar di Aula Serba Guna Kecamatan Rote Barat Daya, Kamis (09/10/2025). Kegiatan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 15.10 WITA dan diikuti oleh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, serta tokoh masyarakat.

Lokakarya ini bertujuan memantau capaian pelayanan kesehatan, mengevaluasi kinerja Puskesmas, serta memperkuat kolaborasi antarinstansi. Dalam forum ini, setiap sektor memberikan masukan terkait permasalahan kesehatan masyarakat dan menyusun solusi bersama.

Serka Yandri menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan masyarakat sehat dan tangguh. “Kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab kita bersama. TNI siap mendukung setiap program demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Kav Kurn saat dikonfirmasi terpisah menyampaikan apresiasi terhadap peran Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan TNI di bidang sosial dan kesehatan merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat di wilayah binaan.

Kegiatan berjalan dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut untuk meningkatkan peran masyarakat dalam program kesehatan terpadu di wilayah Rote Barat Daya.

" Magdhalena "

Dandim 1627 Rote Ndao Tegaskan Larangan Keras Poligami dan Perselingkuhan di Lingkungan Prajurit TNI


Prajurit Ada Aturan dan Etika” — Dandim Letkol Kav Kurn Ingatkan Disiplin Moral dan Tanggung Jawab Prajurit terhadap Keluarga dan Institusi


Rote Ndao, NTT — Menyikapi informasi yang beredar terkait adanya dugaan hubungan terlarang yang melibatkan oknum prajurit TNI di wilayah Rote Ndao, Komandan Kodim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurn, memberikan penjelasan resmi melalui hasil konfirmasi yang diperoleh dari laporan anggota yang ditugaskan di lapangan.

Dalam keterangannya, Dandim 1627/Rote Ndao Letkol Kav Kurn menegaskan bahwa TNI memiliki aturan tegas terkait kehidupan rumah tangga prajurit, termasuk larangan keras terhadap praktik poligami, perselingkuhan, atau “kumpul kebo”.

> “Tidak boleh. Anggota TNI dilarang memiliki wanita selain istri sahnya, seperti praktik poligami atau kumpul kebo, karena hal ini melanggar peraturan disiplin dan dapat dikenai sanksi berat,” tegas Letkol Kav Kurn.

Menurut Peraturan Panglima TNI Nomor 50 Tahun 2014 tentang Tata Cara Perkawinan, Perceraian dan Rujuk bagi Prajurit, disebutkan bahwa setiap prajurit TNI hanya diizinkan memiliki satu istri.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenai sanksi berat, mulai dari hukuman disiplin hingga sanksi pidana, tergantung pada tingkat kesalahannya.

Larangan ini bukan hanya bentuk aturan administratif, namun merupakan penegasan nilai moral dan etika keprajuritan, dengan dasar utama sebagai berikut:

1. Penegakan Disiplin: Untuk menjaga kehormatan, wibawa, dan ketertiban di tubuh TNI.
2. Tanggung Jawab Moral: Prajurit diharapkan menjadi teladan dalam keluarga dan masyarakat, menjunjung tinggi integritas dan kesetiaan.

Bagi istri sah yang merasa dirugikan akibat praktik perselingkuhan atau “kumpul kebo” oleh prajurit, dapat melaporkan permasalahan tersebut ke Polisi Militer (POM) agar ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku.

Tanggapan Tegas Dandim 1627/Rote Ndao
Dalam tanggapannya terhadap kasus yang terjadi, Letkol Kav Kurn menegaskan pentingnya setiap anggota TNI menjaga marwah dan disiplin sebagai seorang prajurit.

> “Prajurit ada aturan dan tentunya hal ini menjadi norma dan etika dalam dinas keprajuritan. Terima kasih telah mengawal prajurit Kodim 1627/RN dalam berbuat dan bertindak sesuai norma dan aturan. Hal ini demi kebaikan daripada organisasi TNI AD ke depannya,” ungkapnya.

Rilis resmi ini menjadi pengingat bagi seluruh prajurit TNI agar senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan institusi. TNI tidak hanya kuat secara militer, tetapi juga kokoh dalam moral, etika, dan tanggung jawab sosial, demi menjaga kepercayaan rakyat dan marwah bangsa.


" Mdl & Team "

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tak Mau: Potret Cinta Terlarang di Balik Seragam Prajurit Muda Rote Ndao

Ketika cinta tak berjalan searah dengan aturan, batas antara perasaan dan kedisiplinan menjadi ujian bagi seorang prajurit. Kasus di Rote Ndao ini jadi cermin bagi generasi milenial tentang tanggung jawab moral dan hukum.


Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur — Di balik ketegasan dan disiplin prajurit TNI, ada kisah manusiawi yang sering luput dari perhatian: pergulatan antara hati dan kewajiban. Kasus yang kini mencuat di jajaran Kodim 1627 Rote Ndao membuka tabir tentang bagaimana hubungan tanpa ikatan sah bisa menjerat seorang prajurit muda dalam dilema moral dan kedinasan.

Seorang anggota TNI diduga menjalin hubungan layaknya suami istri dengan seorang perempuan di luar ikatan pernikahan resmi. Kabar ini memantik perhatian publik, terlebih setelah laporan internal dikonfirmasi oleh Dandim 1627 Rote Ndao Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono, S.H., yang menegaskan pentingnya penegakan disiplin dan moral di tubuh TNI.

> “Anggota TNI tidak boleh memiliki wanita selain istri sahnya. Poligami atau hidup bersama tanpa ikatan resmi jelas dilarang dan bisa dikenai sanksi berat,” tegas Letkol Kav Kurnia.

Ia menjelaskan, aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi kehormatan prajurit. Berdasarkan Peraturan Panglima TNI Nomor 50 Tahun 2014 tentang Tata Cara Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk, setiap prajurit wajib menjaga komitmen keluarga dan nama baik institusi.

Kisah seperti ini bukan pertama kali terjadi. Dalam kehidupan sosial yang semakin terbuka, media digital, dan gaya hidup modern, batas antara cinta dan tanggung jawab sering kali kabur.

Tak sedikit yang terjebak dalam hubungan yang awalnya penuh kasih, namun berujung pada pelanggaran moral dan hukum.

Fenomena ini mencerminkan tantangan generasi milenial, termasuk di lingkungan prajurit, dalam mengelola perasaan dan etika kedinasan,” ujar seorang tokoh masyarakat di Rote Ndao yang enggan disebut namanya.

Ia menilai bahwa pendidikan moral dan pengawasan keluarga menjadi faktor penting dalam membentengi prajurit dari godaan yang bisa meruntuhkan integritas.

Disiplin Adalah Cinta Terbesar Seorang Prajurit TNI dikenal dengan semboyan “Disiplin adalah napas prajurit.”

Setiap langkah dan keputusan prajurit tak hanya mencerminkan dirinya, tapi juga institusi dan lambang negara yang ia sandang di pundak.

Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa pengabdian sejati kepada negara tidak hanya diukur dari kinerja di medan tugas, tetapi juga dari kesetiaan dalam kehidupan pribadi.

Letkol Kav Kurnia menegaskan, pihaknya akan terus menegakkan aturan dengan adil dan memberikan pembinaan agar setiap prajurit memahami konsekuensi dari perbuatannya.

> “Kedisiplinan dan kehormatan adalah satu kesatuan. Prajurit yang baik bukan hanya taat perintah, tapi juga mampu menjaga nama baik keluarganya,” ujarnya.

Di era milenial yang serba cepat dan terbuka, banyak batas yang mulai memudar — termasuk batas antara cinta dan tanggung jawab.

Namun bagi seorang prajurit, garis itu tetap harus jelas: cinta sejati bukan tentang memiliki siapa pun, tapi tentang menjaga kehormatan, kepercayaan, dan kesetiaan — kepada keluarga, negara, dan dirinya sendiri.


" MDL & TEAM "

Onenews'tv YouTube chanel

 







Iklan Unit

https://youtu.be/PObt3O_mE5c?si=fVGWI5mXhz2W1sE6