ONE NEWS NUSANTARA

One News Nusantara

Selamat datang di portal berita independen Onanewsnusantara.online yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan inspiratif dari pelosok Nusantara. Dengan tagline “Menyuarakan Rakyat, Menyatukan Nusantara”, kami hadir untuk mengangkat suara rakyat, mendukung transparansi publik, serta melestarikan budaya dan potensi daerah demi kemajuan bangsa.." Dan Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Kata Dalam Penulisan "

Onenewsnusantara.online

Kamis, 23 Oktober 2025

Babinsa Kodim 1627/RN Serka Yandri Saleno Berhasil Mediasi Kasus KDRT, Teladani Pentingnya Hidup Rukun dalam Rumah Tangga

Penyelesaian damai di Desa Lekunik menjadi contoh nyata peran TNI dalam menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat

Rote Ndao – Hidup rukun menjadi fondasi utama dalam membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis. Prinsip ini kembali dibuktikan melalui tindakan cepat dan sigap Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao, Serka Yandri Saleno, yang berhasil meredam dan menyelesaikan persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

Kasus ini terjadi pada Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di kediaman Bapak Max Kermite, salah satu tokoh masyarakat setempat. Tepat pukul 17.50 WITA, Serka Yandri Saleno hadir untuk melakukan mediasi terkait konflik antara pasangan suami istri, Melkianus Yonathan Henukh dan istrinya. Proses mediasi berlangsung hingga situasi terkendali dan kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.

Dalam kesempatan itu, Serka Yandri Saleno menegaskan bahwa KDRT bukan hanya persoalan pribadi, melainkan isu sosial yang membutuhkan perhatian bersama. “Isu KDRT semakin marak. Kekerasan bisa muncul dari hal-hal kecil dan ketidakstabilan psikologis pasangan. Masyarakat harus semakin peka, saling mengingatkan, serta memberi dukungan kepada korban tanpa melakukan penghakiman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya langkah-langkah tepat dalam penyelesaian kasus KDRT, terutama keselamatan korban. Menurutnya, korban harus mencari bantuan profesional seperti psikolog, konselor, atau lembaga perlindungan perempuan dan anak. Mengumpulkan bukti, berhenti menyalahkan diri sendiri, dan mengambil keputusan tegas untuk menjauh dari pelaku jika kekerasan berulang, merupakan langkah penting bagi keselamatan.

Serka Yandri juga mengajak pasangan suami istri untuk mengedepankan komunikasi dan saling memahami dalam membangun rumah tangga. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting. Suami dan istri harus bekerja sama, saling menghargai, dan tidak mudah terpengaruh situasi yang memicu pertengkaran,” tutupnya.

Kehadiran Babinsa dalam penyelesaian konflik ini tidak hanya memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat, tetapi juga memperkuat makna bahwa keamanan bukan hanya soal menjaga wilayah, melainkan menciptakan kondisi sosial yang damai dan berkeadilan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kerukunan adalah kekuatan terbesar dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.


" Magdhalena "

Babinsa kodim 1627 Rote Ndao memantau kedatangan kapal di pelabuhan

Pastikan Kelancaran Transportasi Laut dan Ketertiban Penumpang Garda Maritim 3


Rote Ndao, 22 Oktober 2025 — Untuk memastikan keamanan serta kelancaran aktivitas transportasi laut, Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao Koramil 1627-02 Pantaibaru melaksanakan pemantauan kedatangan dan keberangkatan kapal di Pelabuhan Pantaibaru, Desa Nusakdale, Kecamatan Pantaibaru. Kegiatan ini digelar pada Rabu (22/10) pukul 11.30 WITA hingga selesai, sebagai bagian dari tugas rutin pembinaan teritorial dan pengamanan wilayah pesisir.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa turut memantau keberangkatan Kapal Garda Maritim 3 yang bertolak menuju Pelabuhan Bolok, Kupang. Pengawasan dilakukan secara langsung, mulai dari proses naik-turun penumpang hingga pengecekan situasi keamanan di kawasan pelabuhan. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur.

Selain melakukan pengawasan fisik di lapangan, Babinsa juga menjalin komunikasi dengan petugas pelabuhan, Syahbandar, dan unsur keamanan setempat. Dialog tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi, mendeteksi potensi gangguan, serta menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat yang berada di pelabuhan turut dihimbau agar tertib saat antrean dan mematuhi aturan keselamatan.

Tugas Babinsa di pelabuhan meliputi beberapa aspek, antara lain menjaga keamanan penumpang dari kemungkinan gangguan, memastikan kelancaran aktivitas bongkar muat barang dan penumpang, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hendak berlayar. Kehadiran aparat TNI ini sekaligus mempertegas komitmen Kodim 1627/RN dalam mendukung keamanan jalur transportasi laut sebagai akses vital mobilitas warga Rote Ndao.

Di samping itu, Babinsa juga menjalankan komunikasi sosial untuk menyerap informasi dan aspirasi masyarakat terkait situasi lokal. Langkah ini menjadi bagian penting dalam pembinaan wilayah serta pencegahan dini terhadap potensi konflik atau masalah keamanan.

Melalui pengawasan yang berkelanjutan dan koordinasi dengan berbagai pihak, Kodim 1627/RN berharap pelabuhan dapat menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut. Komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan ini diharapkan menjadi pendorong meningkatnya kepercayaan warga terhadap aparat TNI di wilayah perbatasan dan pulau terluar seperti Rote Ndao.


" Magdhalena "

Kerja keras Babinsa Kodim 1627 Rote Ndao Koramil 03 Batutua dalam melaksanakan penjualan beras SPHP

Distribusi Beras Bersubsidi Berjalan Tertib untuk Stabilitas Harga dan Kesejahteraan Warga



Rote Ndao, 22 Oktober 2025 — Upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan terus dilakukan pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di Desa Oebafok, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, kegiatan penjualan beras SPHP berlangsung pada Rabu (22/10) pukul 09.23 WITA hingga selesai, dengan dukungan penuh Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao Koramil 03 Batutua.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Babinsa 1627-03 Batutua, Serka Armindo DS, yang memastikan jalannya distribusi beras berjalan tertib, tepat sasaran, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan. “Babinsa menjadi garda terdepan dalam mensukseskan program penjualan beras murah SPHP,” ujar Serka Armindo DS saat ditemui di lokasi.

Program SPHP merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga pangan yang fluktuatif. Melalui skema ini, beras berkualitas disalurkan kepada warga dengan harga terjangkau, guna meringankan beban ekonomi serta mencegah potensi kelangkaan di pasaran.

Babinsa tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga terlibat langsung dalam pelayanan kepada warga. Sejak pagi, Serka Armindo DS membantu proses pendaftaran, penyaluran kupon, hingga pembagian beras secara langsung. Di beberapa titik seperti kantor desa dan pasar setempat, warga terlihat tertib mengantre sambil membawa karung atau wadah masing-masing.

Selain mendukung kelancaran distribusi, Babinsa juga berperan menjaga keamanan dan ketertiban agar penjualan tidak menimbulkan kericuhan. Mereka memastikan setiap warga menerima jatah sesuai kuota, sekaligus memberikan pemahaman agar bantuan ini tepat sasaran dan tidak diperjualbelikan kembali.

Warga Desa Oebafok menyambut positif kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini. “Kami sangat terbantu, berasnya murah dan kualitasnya bagus,” ungkap Maria Lede, salah seorang warga. Menurutnya, tanpa pendampingan Babinsa, penyaluran beras bisa berlangsung tidak tertib.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan TNI dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kepulauan. Peran aktif Babinsa Kodim 1627/RN menjadi bukti bahwa tugas mereka tidak hanya sebatas pengamanan teritorial, tetapi juga menyentuh aspek sosial-ekonomi warga.

Melalui dedikasi dan kerja keras Babinsa Koramil 03 Batutua, pelaksanaan penjualan beras SPHP di Desa Oebafok berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok, kehadiran TNI sebagai garda terdepan membantu rakyat semakin mempertegas bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan warganya.


" Magdhalena "

Pelatihan Pemusik Jalanan Resmi Ditutup, Wali Kota Padang Dorong Profesionalisme dan Etika dalam Dunia Musik Jalanan

Program Dinas Pariwisata Wujudkan Musisi Jalanan sebagai Duta Wisata Kota Padang


Padang, 22 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Padang secara resmi menutup kegiatan pelatihan pemusik jalanan yang diselenggarakan selama tiga hari sejak 20 Oktober 2025. Acara penutupan berlangsung di Gedung Bagindo Aziz Chan, Kota Padang, dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, B.B.A., serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menata, meningkatkan kualitas, serta memaksimalkan peran pemusik jalanan dalam mendukung ekosistem pariwisata kreatif di Kota Padang.

Program Pembinaan Musisi Jalanan untuk Pariwisata yang Humanis dan Berbudaya

Selama tiga hari pelatihan, para peserta yang terdiri dari puluhan pemusik jalanan dibekali materi mengenai etika bermusik, teknik vokal dan instrumen, pengembangan karakter, serta pemahaman mengenai peran mereka sebagai bagian dari wajah pariwisata kota. Dalam kesempatan ini, Wali Kota Padang juga menyerahkan bantuan alat musik berupa ukulele, giring-giring, dan harmonika untuk mendukung kreativitas dan kemandirian para musisi.

Wali Kota Padang, H. Fadly Amran, B.B.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi langkah pembinaan karakter dan pembentukan etika bermusik. “Pemusik jalanan adalah bagian dari wajah Kota Padang. Dengan pembinaan ini, kami berharap mereka tidak hanya tampil menghibur, tetapi juga membawa citra positif sebagai duta budaya dan duta wisata. Mereka harus mampu menjaga sopan santun, menghormati wisatawan, dan menciptakan suasana kota yang nyaman dan ramah,” ungkapnya.

Fadly Amran juga menegaskan harapan bahwa ke depan para pemusik jalanan mampu menjadi figur publik yang menginspirasi, serta dapat berkontribusi dalam menciptakan ruang wisata yang tertib, kreatif, dan berdaya saing. Pemerintah Kota, katanya, akan terus membuka ruang kolaborasi agar kreativitas anak muda dan pelaku seni dapat tersalurkan secara produktif dan bernilai ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Pemerintah Kota Padang dalam menata sektor ekonomi kreatif, khususnya musik jalanan. “Kami ingin pemusik jalanan memiliki standar etika, penampilan, dan kualitas musik yang baik agar keberadaan mereka mendukung kenyamanan wisatawan. Mereka bukan lagi dianggap pengganggu, tetapi mitra strategis dalam membangun suasana pariwisata yang hidup dan berbudaya,” katanya.

Yudi menambahkan bahwa setelah pelatihan ini, pemerintah akan melakukan pendampingan lanjutan dan pembinaan secara berkala agar keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti hanya pada kegiatan ini. Ia juga berharap dukungan masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama memajukan ekosistem seni dan budaya di Kota Padang.

Harapan Baru bagi Wajah Musik Jalanan Kota Padang

Dengan berakhirnya pelatihan ini, Pemerintah Kota Padang berharap para pemusik jalanan dapat menerapkan ilmu yang didapat, menjaga etika saat tampil di ruang publik, serta ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan destinasi wisata. Kegiatan ini menjadi awal dari perubahan wajah pemusik jalanan menuju sosok yang lebih profesional, berkarakter, dan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Melalui dukungan pemerintah dan kesadaran kolektif para pelaku seni, Kota Padang kini menapaki langkah baru dalam memadukan seni, budaya, dan pariwisata secara harmonis. Senandung musik jalanan diharapkan tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga cerminan keramahan dan identitas Kota Padang di mata dunia.


" Joe young "

Rabu, 22 Oktober 2025

“Suara Emas dari Kota Padang – Calon Bintang dari Pemusik Jalanan Kota Padang”

https://www.facebook.com/share/v/1KmScqYL7i/ 


Teman-teman, hari ini saya bertemu dengan sosok luar biasa di sebuah studio musik di Kota Padang. Seorang wanita muda, sederhana, tapi punya suara yang luar biasa—jernih, kuat, dan berkelas seperti penyanyi internasional.

Pertemuan ini terjadi saat kegiatan Pelatihan Pemusik Jalanan yang digelar Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata. Program ini merupakan langkah Pemkot untuk mendorong profesionalisme para pengamen di kawasan Taplau, Pantai Padang, agar bisa naik kelas dan ikut memperkuat ekosistem pariwisata kreatif di kota ini.

Di antara puluhan peserta, ada “kakak” yang mencuri perhatian. Tatapannya tenang, penuh keyakinan, dan ketika ia mulai bernyanyi… semua ruangan mendadak hening. Suaranya tidak hanya merdu, tapi punya daya sentuh—mirip penyanyi dunia seperti Adele atau Jessie J. Tidak berlebihan bila kita menyebutnya sebagai bakat besar yang selama ini tersembunyi di balik keramaian jalanan.

Melalui pelatihan ini, ia bersama peserta lainnya dibekali teknik vokal, etika bermusik, hingga cara tampil profesional di ruang publik maupun panggung hiburan. Pemerintah berharap, dari ruang latihan sederhana inilah lahir musisi-musisi lokal yang bisa mengharumkan nama Padang, bahkan Indonesia.

Siapa sangka, dari trotoar dan pantai Taplau, muncul suara berkelas internasional? Inilah bukti bahwa seni itu hidup di mana saja—dan ketika diberi kesempatan, ia bisa bersinar terang.

Semoga kelak, suara kakak ini tak hanya terdengar di jalanan, tapi di panggung besar, di kota-kota besar dunia. Dan ketika hari itu tiba, kita bisa bangga berkata, “Kami pernah mendengarnya pertama kali di Padang.”

✨ Dukung karya lokal. Dukung pariwisata kreatif. Karena setiap bintang besar selalu memiliki tempat untuk mulai bersinar.

Onenews'tv YouTube chanel

 







Iklan Unit

https://youtu.be/PObt3O_mE5c?si=fVGWI5mXhz2W1sE6