ONE NEWS NUSANTARA

One News Nusantara

Selamat datang di portal berita independen Onanewsnusantara.online yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan inspiratif dari pelosok Nusantara. Dengan tagline “Menyuarakan Rakyat, Menyatukan Nusantara”, kami hadir untuk mengangkat suara rakyat, mendukung transparansi publik, serta melestarikan budaya dan potensi daerah demi kemajuan bangsa.." Dan Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Kata Dalam Penulisan "

Onenewsnusantara.online

Selasa, 21 Oktober 2025

Kodim 1627/RN Dorong Penyelesaian Konflik Secara Adat, Babinsa Batutua Jadi Penengah Warga

Mediasi di Rumah Babinsa Satukan Dua Keluarga, Teguhkan Nilai Gotong Royong


Rote Ndao – Kehadiran Babinsa sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah kembali tampak dalam penyelesaian sengketa warga di Kecamatan Lobalain. Serka Janry Selanno, anggota Koramil 1627-03/Batutua, Kodim 1627/Rote Ndao, memimpin proses mediasi konflik yang terjadi antara keluarga Albert Today dan Jeumawit O. Pada pada Senin malam (20/10/2025), bertempat di kediamannya di Dusun Ne’e Mok, Desa Sanggaoen.

Konflik ini bermula dari permainan anak-anak seusai ibadah keluarga suku Timor sehari sebelumnya. Saat ibadah berakhir, keributan kecil terjadi dan membuat Marthin Pada, 9 tahun, menangis akibat diduga ditendang anak lain. Mendengar hal tersebut, sang ayah, Jeumawit O. Pada, mendatangi lokasi dan meluapkan emosi dengan kata-kata kasar. Kehadiran ibu Belandina Yohana Today Bailao yang menyaksikan kejadian itu memicu kesalahpahaman dan ketegangan di antara kedua keluarga.


Keesokan harinya, Albert Today meminta bantuan Serka Janry Selanno selaku Ketua RT untuk memfasilitasi penyelesaiannya. Serka Janry mengumpulkan kedua pihak dalam suasana terbuka dan mengedepankan dialog. Dalam mediasi tersebut, ia menegaskan bahwa insiden ini dapat diselesaikan secara damai apabila kedua pihak mau menjunjung nilai kekeluargaan dan menerima fakta serta saksi yang ada.

Mediasi menghasilkan beberapa kesepakatan penting: penyelesaian dilakukan secara non-pemerintahan melalui jalur kekeluargaan, anak-anak yang berkelahi diberi nasihat dan teguran, serta orang tua diminta meningkatkan pengawasan dan mendidik anak dengan lebih bijak. Prosesi perdamaian ditutup dengan saling bermaafan menggunakan adat Rote, yaitu cium damai, dan dilanjutkan doa bersama sebagai wujud syukur.

Momen ini tidak hanya meredakan konflik, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat. Peran aktif Serka Janry Selanno mencerminkan komitmen Kodim 1627/RN dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan persuasif dan adat istiadat lokal.

Dalam situasi apapun, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga soal memelihara kedamaian, membangun kepercayaan, dan menjaga harmoni sosial. Perdamaian sederhana ini menjadi contoh bahwa penyelesaian masalah tidak selalu harus melalui jalur hukum, tetapi dapat melalui hati dan kearifan budaya lokal.


" Magdhalena "

Senin, 20 Oktober 2025

Babinsa Kodim 1627/RN Fasilitasi Mediasi Warga, Konflik Antar Keluarga Berakhir Damai

Peran Serka Janry Selanno Wujudkan Keharmonisan Sosial di Desa Sanggaoen



Rote Ndao – Upaya menjaga kondusivitas wilayah binaan kembali dibuktikan oleh anggota Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Kodim 1627/Rote Ndao, Serka Janry Selanno. Pada Senin (20/10/2025), ia memimpin langsung proses mediasi penyelesaian konflik antarwarga yang terjadi di Dusun Ne’e Mok, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain. Mediasi berlangsung mulai pukul 17.45 hingga 20.00 WITA di kediaman Serka Janry Selanno dan berjalan tertib, penuh kekeluargaan.

Konflik bermula dari insiden perkelahian anak-anak seusai ibadah bulanan keluarga suku Timor di rumah Efraim Nitbani, Minggu (19/10/2025). Seorang anak, Marthin Pada (9), dikabarkan jatuh dan ditendang oleh teman sebayanya. Tangisan bocah tersebut memicu perhatian dan emosi orang tuanya, Jeumawit O. Pada, yang kemudian mengeluarkan kata-kata keras kepada anak lain, yakni Charles Today (12). Insiden itu turut didengar keluarga Albert Today, sehingga menimbulkan ketegangan di antara kedua pihak.

Merespons laporan warga, Serka Janry Selanno selaku Babinsa dan Ketua RT 010 menginisiasi mediasi dengan menghadirkan kedua keluarga dalam suasana dialog damai. Dalam proses mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah berdasarkan azas kekeluargaan tanpa melibatkan jalur hukum formal. Serka Janry juga memberikan teguran kepada anak-anak yang terlibat serta mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan dan pendidikan karakter demi mencegah insiden serupa.

Perdamaian kedua keluarga ditandai dengan tradisi adat Rote, yakni saling berciuman sebagai simbol permintaan maaf, dilanjutkan dengan doa syukur yang dipimpin oleh Serka Janry Selanno. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama untuk memperkuat kerukunan,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Langkah cepat Babinsa ini menjadi cerminan nyata kehadiran TNI dalam menyelesaikan persoalan sosial masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui pendekatan humanis dan kearifan lokal, Kodim 1627/RN terus membangun suasana aman dan harmonis di tengah masyarakat. Di tengah arus modernisasi, keberadaan sosok Babinsa tetap menjadi penopang utama terciptanya kedamaian di desa.


" Magdhalena "

Babinsa Kodim 1627/RN Perketat Pengawasan Kapal di Pelabuhan Namodale

Tingkatkan Keamanan Transportasi Laut dan Kenyamanan Penumpang



Rote Ndao – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas transportasi laut, Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao melaksanakan pemantauan kedatangan kapal di Pelabuhan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025, tepat pukul 11.30 WITA hingga selesai, saat kapal Express Bahari tiba membawa penumpang dari luar daerah.

Sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial, Babinsa hadir untuk memastikan kondisi pelabuhan tetap aman, tertib, dan kondusif. Mereka melakukan pengawasan langsung proses kedatangan kapal, bongkar muat penumpang dan barang, serta mengantisipasi potensi kerawanan seperti kepadatan penumpang, barang berlebih, dan ancaman keamanan lain.

Selain melakukan pengawasan fisik, Babinsa juga berkoordinasi dengan Petugas Kesyahbandaran, operator kapal, serta pihak keamanan pelabuhan. Komunikasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran telah dipenuhi, mulai dari pengecekan manifes penumpang hingga kesiapan alat keselamatan di atas kapal.

Langkah penertiban juga dilakukan secara humanis, khususnya pada saat penumpang turun dan naik kapal. Babinsa turut memberikan imbauan agar masyarakat tidak berdesakan, menjaga barang bawaan, dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran aktivitas.

Menurut salah satu Babinsa yang bertugas, kehadiran TNI di pelabuhan bukan untuk membatasi masyarakat, tetapi memberikan rasa aman bagi pengguna jasa transportasi laut. “Kami ingin memastikan setiap perjalanan masyarakat berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi sosial antara Babinsa dengan masyarakat dan pekerja pelabuhan. Melalui interaksi tersebut, Babinsa mendapatkan informasi tentang perkembangan situasi keamanan wilayah serta aspirasi warga terkait pelayanan pelabuhan.

Sebagai ujung tombak TNI di wilayah, Babinsa Kodim 1627/RN terus menunjukkan komitmen menjaga keamanan maritim dan mendukung mobilitas masyarakat. Dengan pengawasan rutin seperti ini, diharapkan transportasi laut di Rote Ndao semakin tertib, aman, dan menjadi simbol kehadiran negara dalam melayani rakyat.


" Magdhalena "

Kepemimpinan Humanis dan Pariwisata Visioner: Wajah Baru Kodim 1627/Rote Ndao

Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono Gagas Sinergi TNI dan Masyarakat untuk Kemajuan Daerah


Rote Ndao — Mengemban amanah sebagai Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono langsung mencuri perhatian publik. Bukan karena sikap militeristik yang kaku, tetapi karena pendekatan komunikatif, rendah hati, dan selalu mengedepankan kedekatan dengan masyarakat. Ia hadir di tengah warga tidak sebagai pejabat, melainkan sebagai sahabat dan pelindung.

Dalam sejumlah forum, Letkol Kurnia menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada disiplin dan strategi, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan masyarakat. Ia membuka ruang diskusi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, perempuan, hingga pemuda, untuk menggali aspirasi dan merumuskan langkah bersama. Model kepemimpinan yang terbuka ini menjadi angin segar bagi masyarakat Rote Ndao.

Kepeduliannya terhadap anak-anak juga menjadi sorotan. Dalam setiap kunjungan ke desa-desa, ia tak segan menyapa, mendekap, dan memotivasi anak-anak untuk meraih mimpi setinggi mungkin. Ia percaya bahwa menciptakan rasa aman harus dimulai dengan memberikan perhatian kepada generasi penerus bangsa.

Tak berhenti di sana, Dandim 1627/RN ini membawa visi besar untuk menjadikan TNI sebagai bagian dari penggerak pembangunan pariwisata. Ia menghubungkan kegiatan rutin TNI seperti peringatan Hari Kemerdekaan, karya bakti, hingga event kebudayaan, dengan potensi wisata lokal yang dimiliki Rote Ndao — seperti Pantai Nembrala, Danau Laut Mati, atau budaya Sasando yang mendunia. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat serta membuka lapangan kerja baru.

Bagi prajurit, sosok Letkol Kurnia menjadi inspirasi. Ia memberi contoh kedisiplinan, namun tetap humanis. Ia memimpin bukan hanya dengan komando, melainkan dengan keteladanan. Para Babinsa di bawah naungannya diarahkan agar tak hanya mengamankan wilayah, tetapi hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat.

Dengan kombinasi kepemimpinan yang lembut namun tegas, humanis tetapi tetap profesional, Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono membawa harapan baru bagi Rote Ndao. Kepemimpinannya menegaskan bahwa TNI, ketika bersatu dengan rakyat, bukan hanya menjaga tanah air, tetapi juga membangun masa depan bersama.


" Magdhalena "

Dandim Baru Kodim 1627/Rote Ndao Tampilkan Kepemimpinan Humanis dan Visioner

Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono Bangun Kedekatan dengan Rakyat dan Dorong Pariwisata Lokal



Rote Ndao — Kehadiran Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono sebagai Komandan Kodim 1627/Rote Ndao membawa warna baru dalam dinamika kepemimpinan TNI di wilayah perbatasan ini. Sejak resmi menjabat, sosoknya dikenal dekat dengan masyarakat, mudah berdialog, dan memberikan ruang partisipasi publik dalam setiap kegiatan pembangunan daerah. Sikapnya yang terbuka dan humanis turut menjadikannya cepat diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh adat, pemerintah daerah, hingga masyarakat akar rumput.

Dalam sejumlah kegiatan awal masa tugasnya, Letkol Kurnia menegaskan bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga mitra pembangunan. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara TNI dan masyarakat demi menjaga stabilitas wilayah serta mendukung program pemerintah daerah. “Keamanan akan kuat bila lahir dari kebersamaan. Di Rote Ndao, kami ingin TNI menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan pihak yang berdiri jauh,” ujarnya dalam satu kesempatan.

Salah satu ciri khas kepemimpinannya adalah kepedulian terhadap generasi muda. Ia sering terlihat berinteraksi dengan anak-anak di desa-desa, memberikan motivasi, hingga menyerahkan bantuan pendidikan. Baginya, masa depan bangsa ada pada kualitas anak-anak hari ini. Selain itu, ia juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan pemuda desa, untuk mendorong pembangunan sosial dan menghidupkan kembali nilai gotong royong.

Di sisi lain, Letkol Kurnia memiliki visi besar terhadap potensi pariwisata Rote Ndao. Ia memandang kegiatan TNI seperti jalan santai, bakti sosial, atau peringatan hari besar dapat dikemas menarik agar juga menjadi ajang promosi wisata. Baginya, keamanan, pembangunan, dan pariwisata adalah tiga elemen yang tidak dapat dipisahkan. “Semakin banyak wisatawan datang, semakin berkembang perekonomian, dan semakin kuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya,” katanya.

Meski baru menjabat, gaya kepemimpinannya yang inspiratif mulai menjadi teladan bagi prajurit di jajaran Kodim 1627/RN. Ia tidak hanya memerintah, tetapi menunjukkan melalui tindakan: turun langsung di lapangan, berdialog, dan memberikan solusi nyata.

Di tengah tantangan pembangunan wilayah perbatasan, sosok Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono hadir sebagai harapan baru. Dengan kepemimpinan yang humanis, terbuka, dan visioner, Rote Ndao bukan hanya menjadi wilayah yang aman, tetapi juga bergerak menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing.


" Magdhalena "

Onenews'tv YouTube chanel

 







Iklan Unit

https://youtu.be/PObt3O_mE5c?si=fVGWI5mXhz2W1sE6