ONE NEWS NUSANTARA

One News Nusantara

Selamat datang di portal berita independen Onanewsnusantara.online yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan inspiratif dari pelosok Nusantara. Dengan tagline “Menyuarakan Rakyat, Menyatukan Nusantara”, kami hadir untuk mengangkat suara rakyat, mendukung transparansi publik, serta melestarikan budaya dan potensi daerah demi kemajuan bangsa.." Dan Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Kata Dalam Penulisan "

Onenewsnusantara.online

Jumat, 22 Mei 2026

Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Rumput Laut Rote Ndao untuk Tingkatkan Ekonomi Pesisir

Modernisasi alat produksi hingga pembangunan fasilitas pengolahan dinilai penting agar petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya modernisasi dan hilirisasi industri rumput laut saat berdialog dengan para petani di Pantai Mulut Seribu, Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/05/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau potensi budidaya rumput laut sekaligus memastikan pengembangan sektor kelautan berjalan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Dalam dialog bersama para petani, Wapres menilai potensi rumput laut di Rote Ndao sangat besar, namun pengelolaannya masih belum maksimal. Ia menyebut kualitas rumput laut dari wilayah tersebut sangat unggul karena memiliki kandungan karaginan tinggi yang bernilai ekonomi besar di pasar industri.

Menurut Wapres, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah. Karena itu, pengembangan industri pengolahan rumput laut di daerah menjadi langkah penting agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat pesisir.

Wapres juga menyoroti kondisi alat produksi yang masih tradisional. Ia menilai para petani membutuhkan dukungan sarana modern seperti alat pengering, gudang penyimpanan, fasilitas sortir, hingga pabrik pengemasan agar produktivitas dan kualitas hasil panen meningkat.

Selain itu, kelompok petani turut menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak seperti bibit unggul, tali nilon, sampan fiber, dan mesin ketinting guna menunjang aktivitas budidaya mereka.

Menanggapi hal tersebut, Wapres meminta pemerintah daerah melakukan pendataan lebih detail agar bantuan pemerintah pusat nantinya dapat disalurkan secara tepat sasaran dan merata kepada para petani rumput laut.


" Rep. Magdhalena "

Wapres Tinjau K-SIGN Rote Ndao, Pemerintah Fokus Bangun Ketahanan Garam Nasional

Selain memperkuat produksi garam, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk sektor nelayan, kesehatan, dan infrastruktur daerah.

Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan sektor kelautan kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau fasilitas produksi garam sekaligus menerima laporan terkait perkembangan proyek strategis nasional yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang kebutuhan garam nasional.

Wapres menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton setiap tahunnya. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan pengembangan kawasan K-SIGN agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Menurut Wapres, proyek tersebut juga harus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

Selain sektor garam, pemerintah juga memberi perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan di Rote Ndao. Usulan pembangunan fasilitas cold storage, pabrik es slurry ice, dan SPBU khusus nelayan disebut akan segera dikoordinasikan bersama kementerian terkait.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, turut dibahas berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga layanan kesehatan. Pemerintah pusat memastikan koordinasi lintas kementerian akan terus diperkuat agar pembangunan di Rote Ndao berjalan lebih optimal dan merata.


" Rep. Magdhalena "

Wapres Tinjau K-SIGN Rote Ndao, Pemerintah Fokus Bangun Ketahanan Garam Nasional

Selain memperkuat produksi garam, pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk sektor nelayan, kesehatan, dan infrastruktur daerah.

Upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan sektor kelautan kembali ditegaskan melalui kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Jumat (22/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau fasilitas produksi garam sekaligus menerima laporan terkait perkembangan proyek strategis nasional yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang kebutuhan garam nasional.

Wapres menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton setiap tahunnya. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan pengembangan kawasan K-SIGN agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

Menurut Wapres, proyek tersebut juga harus memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

Selain sektor garam, pemerintah juga memberi perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan di Rote Ndao. Usulan pembangunan fasilitas cold storage, pabrik es slurry ice, dan SPBU khusus nelayan disebut akan segera dikoordinasikan bersama kementerian terkait.

Dalam dialog bersama pemerintah daerah, turut dibahas berbagai kebutuhan masyarakat mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga layanan kesehatan. Pemerintah pusat memastikan koordinasi lintas kementerian akan terus diperkuat agar pembangunan di Rote Ndao berjalan lebih optimal dan merata.


" Rep. Magdhalena "

Gibran Pastikan Proyek Garam Nasional di Rote Ndao Segera Fungsional

Wapres ingin pembangunan kawasan industri garam memberi dampak nyata bagi warga pesisir dan membuka peluang kerja baru.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Peninjauan yang dilakukan pada Jumat (22/05/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan proyek strategis nasional di sektor kelautan berjalan optimal dan mampu mendukung kebutuhan garam dalam negeri.

Di hadapan petani garam dan pemerintah daerah, Wapres menyampaikan bahwa Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai sekitar 5 juta ton per tahun. Karena itu, kawasan industri garam di Rote Ndao dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung target swasembada nasional.

Wapres juga menyoroti pentingnya percepatan operasional kawasan agar manfaat pembangunan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah, kata dia, ingin pembangunan tersebut mampu membuka lapangan kerja luas dan meningkatkan kesejahteraan warga lokal.

Selain meninjau sektor garam, Wapres juga menerima berbagai masukan terkait pengembangan perikanan, rumput laut, hingga kebutuhan fasilitas penunjang nelayan seperti ruang pendingin, pabrik es, dan SPBU nelayan.

Tak hanya itu, persoalan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Rote Ndao turut menjadi perhatian dalam dialog tersebut. Pemerintah pusat disebut akan memperkuat koordinasi lintas kementerian agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.


" Rep. Magdhalena "

Dari Rote Ndao, Wapres Gibran Percepat Industri Garam Nasional dan Hilirisasi Kelautan

Kawasan K-SIGN diproyeksikan menjadi motor baru ketahanan pangan sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemerintah terus memperkuat sektor kelautan nasional melalui pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao. Hal itu terlihat saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung kawasan tersebut pada Jumat (22/05/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau sejumlah fasilitas produksi garam, mulai dari kolam kristal hingga gudang penyimpanan. Ia juga berdialog dengan para petani garam terkait tantangan produksi dan harapan terhadap pengembangan kawasan industri tersebut.

Wapres menegaskan, Indonesia masih menghadapi persoalan pemenuhan kebutuhan garam nasional yang mencapai jutaan ton setiap tahunnya. Karena itu, pembangunan industri garam di Rote Ndao menjadi langkah penting dalam mendukung cita-cita swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya, proyek strategis ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Pemerintah ingin kawasan tersebut segera beroperasi penuh agar mampu menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

Selain sektor garam, Wapres turut menyoroti potensi besar sektor perikanan dan rumput laut di Rote Ndao. Pemerintah pusat berencana memperkuat fasilitas pendukung nelayan agar aktivitas ekonomi pesisir semakin berkembang dan produktif.

Bupati Paulus Henuk menyampaikan optimismenya bahwa proyek K-SIGN akan menjadi tonggak baru pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah daerah, kata dia, siap mendukung penuh seluruh program yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.


" Rep. Magdhalena "

Onenews'tv YouTube chanel

 







Iklan Unit