ONE NEWS NUSANTARA

One News Nusantara

Selamat datang di portal berita independen Onanewsnusantara.online yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan inspiratif dari pelosok Nusantara. Dengan tagline “Menyuarakan Rakyat, Menyatukan Nusantara”, kami hadir untuk mengangkat suara rakyat, mendukung transparansi publik, serta melestarikan budaya dan potensi daerah demi kemajuan bangsa.." Dan Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Kata Dalam Penulisan "

Onenewsnusantara.online

Rabu, 22 Oktober 2025

Jalin Kedekatan dengan Petani, Babinsa Kodim 1627/RN Gelar Komsos di Desa Meoain

Penguatan Kemanunggalan TNI-Rakyat melalui Dialog dan Pendampingan Pertanian

Rote Ndao, 21 Oktober 2025 — Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan perkembangan situasi di wilayah binaan, anggota Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Kodim 1627/Rote Ndao, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama para petani di Desa Meoain, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, pukul 11.30 WITA hingga selesai, dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui Komsos, Babinsa menunjukkan peran aktif TNI dalam membangun kemanunggalan bersama rakyat. Serka Armindo Da Silva, yang memimpin kegiatan tersebut, berdialog langsung dengan para petani mengenai kondisi pertanian, kendala di lapangan, serta dinamika sosial yang terjadi di desa. “Kegiatan ini penting agar kami dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat, sekaligus menjaga komunikasi dan keharmonisan antara TNI dan warga,” ujar Serka Armindo.

Lebih lanjut, Serka Armindo Da Silva menjelaskan bahwa Komsos tidak hanya bertujuan untuk mempererat hubungan emosional, tetapi juga sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah. Dengan mengetahui perkembangan situasi dari warga, TNI dapat mengambil langkah cepat dan tepat dalam menjaga stabilitas daerah.


Selain berdiskusi, Babinsa juga memberikan imbauan kepada para petani mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan pola tanam sesuai musim, serta berhati-hati terhadap ancaman hama dan cuaca ekstrem. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang tukar pikiran mengenai peluang peningkatan hasil pertanian di tengah tantangan perubahan iklim.

Para petani di Desa Meoain menyambut baik kehadiran TNI. Mereka mengaku senang karena Babinsa tidak hanya hadir saat ada masalah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, memberi motivasi, dan mendengarkan aspirasi warga. “Kami merasa lebih diperhatikan, karena TNI selalu hadir untuk membantu, bukan hanya soal keamanan tetapi juga dalam kegiatan sosial dan ekonomi,” ungkap salah satu warga.

Kegiatan Komsos seperti ini telah menjadi agenda rutin Kodim 1627/RN di berbagai desa di Rote Ndao. Melalui pendekatan humanis, TNI berharap masyarakat semakin merasa aman dan didukung dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Sebagai penutup, keberhasilan Komsos di Desa Meoain menunjukkan bahwa kekuatan terbesar bangsa bukan hanya terletak pada teknologi atau senjata, tetapi pada kedekatan hati antara aparat dan rakyat. Di tengah tantangan zaman, kemanunggalan TNI dan masyarakat tetap menjadi fondasi pertahanan yang tak tergoyahkan.


" Magdhalena "

TNI dan Warga Bersatu Bangun Pondasi Masjid, Wujud Nyata Kemanunggalan di Rote Timur

Semangat Kebersamaan Babinsa Kodim 1627/RN dalam Membangun Sarana Ibadah

Rote Ndao, 21 Oktober 2025 — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh TNI dan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao. Babinsa Koramil 1627-02/Pantaibaru, Kodim 1627/Rote Ndao, Serda Ismail Rahadat bersama warga Dusun Tanjung, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, bahu-membahu membangun pondasi Masjid Mujahidin Tanjung. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, pukul 09.30 WITA hingga selesai, dengan suasana penuh kebersamaan dan antusiasme.

Pekerjaan yang dimulai sejak pagi ini menjadi bukti nyata kedekatan TNI dengan masyarakat. Pondasi masjid sebagai struktur awal pembangunan menjadi fokus kerja bersama antara Babinsa dan warga, mengangkat pasir, menyiapkan adukan semen, serta mengatur batu pondasi. Meski cuaca terik, tak menyurutkan semangat para prajurit dan warga dalam menyelesaikan tahapan pembangunan tersebut.

Serda Ismail Rahadat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari tugas pembinaan teritorial. “Gotong royong membangun pondasi masjid adalah bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat dan sarana ibadah di wilayah binaan. Selain meringankan beban warga, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi,” ujarnya.

Keterlibatan Babinsa dalam pembangunan fasilitas umum seperti masjid menjadi cerminan bahwa TNI tidak hanya hadir dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain membantu percepatan proses pembangunan dan menghemat biaya tenaga kerja, partisipasi ini memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan.

Warga Dusun Tanjung menyambut baik kehadiran TNI dalam kegiatan ini. Mereka berharap pembangunan Masjid Mujahidin dapat segera selesai sehingga dapat digunakan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Gotong royong ini bukan hanya membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun kepercayaan dan solidaritas antara warga dan aparat negara.

Di berbagai wilayah Indonesia, kegiatan serupa juga sering dilakukan oleh para Babinsa sebagai bagian dari tradisi membantu masyarakat. “Ini bukan kali pertama kami melaksanakan kegiatan seperti ini. Dari laporan berbagai daerah, TNI dan warga sering bekerja sama membangun sarana ibadah. Ini akan terus kami lakukan,” tutup Serda Ismail Rahadat.

pembangunan pondasi masjid ini menjadi simbol bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga sinergi seluruh lapisan masyarakat. Di tengah keterbatasan, gotong royong menjadi kekuatan utama yang menjaga nilai persatuan dan kebersamaan.


" Magdhalena "

Pemkot Padang Dorong Profesionalisme Pengamen Taplau untuk Perkuat Ekosistem Pariwisata Kreatif

Pembinaan Seni Jalanan sebagai Wajah Baru Destinasi Wisata Kota Padang


Padang, 21 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Padang mengambil langkah progresif dalam membangun citra pariwisata yang ramah, humanis, dan berbudaya melalui pelatihan profesional bagi pemusik jalanan yang selama ini hadir di kawasan wisata Taplau (Pantai Padang). Sebanyak 40 pengamen mengikuti “Pelatihan Pemusik Jalanan” yang digelar Dinas Pariwisata pada 20–22 Oktober 2025 di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, mewakili Wali Kota Fadly Amran dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa keberadaan pemusik jalanan tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, jika dibina secara tepat, mereka dapat menjadi bagian dari atraksi budaya yang memperkaya pengalaman wisatawan. “Pengamen adalah potensi seni yang hidup di tengah masyarakat. Dengan peningkatan keterampilan dan etika, mereka justru dapat memperkuat citra Padang sebagai kota wisata yang kreatif dan bermartabat,” ujarnya.

Pelatihan ini mencakup pembekalan teori musik, teknik vokal, instrumen, kreativitas aransemen, serta tata krama ketika tampil di ruang publik. Para peserta berasal dari rentang usia 15 hingga 40 tahun, yang aktivitas sehari-harinya kerap terdengar di sekitar Taplau. Menurut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata, Wirdanis, program ini dirancang bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga upaya membangun mentalitas profesional. “Kami ingin pemusik jalanan tidak hanya tampil spontan di ruang publik, tetapi mampu beradaptasi di panggung-panggung wisata seperti kafe, restoran, atau event musik lokal,” tegasnya.

Program ini menjadi bagian dari realisasi visi Wali Kota Padang dalam agenda unggulan “Jelajah Padang”, yang memprioritaskan penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan juga diarahkan untuk membentuk wadah seperti Komunitas Pemusik Jalanan (KPJ) yang terorganisasi dan mampu berkolaborasi dengan pelaku pariwisata.

Pemerintah berharap, setelah pelatihan ini, wajah Taplau tidak hanya menyuguhkan panorama pantai, tetapi juga harmoni musik yang tertata dan mencerminkan karakter masyarakat yang ramah. Bila konsisten diterapkan, dukungan terhadap pemusik jalanan akan menjadi nilai tambah pariwisata, sekaligus menciptakan ruang inklusi bagi para seniman muda untuk berkarya dan naik kelas.

Penataan seni jalanan ini bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana kota menerima, membina, dan menyinergikan potensi masyarakatnya sebagai bagian dari industri pariwisata yang berdaya saing. Bila Kota Padang mampu menjaga kesinambungan program ini, Taplau bukan lagi sekadar tempat singgah, melainkan ruang pengalaman budaya yang hidup di ingatan wisatawan.


" Joe young "

Selasa, 21 Oktober 2025

Hadir Sejak Pagi, Babinsa Kodim 1627/RN Kawal Kedatangan Express Bahari

Wujud Kepedulian TNI Terhadap Keselamatan Penumpang dan Kondisi Pelabuhan


Rote Ndao – Aktivitas di Pelabuhan Namodale pada Senin, 20 Oktober 2025, berjalan tertib berkat kehadiran Babinsa Kodim 1627/Rote Ndao yang melakukan pengamanan dan pemantauan langsung kedatangan kapal Express Bahari. Sejak pukul 11.30 WITA, Babinsa telah siaga di pelabuhan untuk memastikan seluruh rangkaian kedatangan kapal berlangsung aman dan terkendali.

Sebagai garda terdepan di wilayah binaan, Babinsa menjalankan tugas monitoring terhadap kedatangan dan keberangkatan kapal, memastikan proses bongkar muat penumpang dan barang berjalan sesuai prosedur. Tidak hanya fokus pada keamanan fisik, mereka juga mengantisipasi potensi gangguan seperti aksi pungutan liar, penumpang tanpa tiket, hingga penumpukan barang di area dermaga.

Kegiatan pengawasan ini dilakukan dalam sinergi dengan petugas pelabuhan, personel Syahbandar, dan aparat keamanan setempat. Babinsa turut membangun komunikasi sosial kepada para penumpang dengan memberikan imbauan untuk mematuhi aturan keselamatan serta menjaga ketertiban di area pelabuhan.

“Peran Babinsa bukan hanya mengawasi, tetapi memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman menggunakan transportasi laut,” ujar salah seorang petugas di lapangan. Babinsa juga membantu petugas dalam menertibkan antrean, memfasilitasi warga lansia dan perempuan yang kesulitan membawa barang, serta memastikan tidak ada penumpang yang tertinggal atau salah tujuan.

Selain menjaga keamanan, Babinsa memanfaatkan momentum ini untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui dialog singkat, mereka menggali informasi perkembangan sosial di wilayah, termasuk kondisi ekonomi para pedagang kecil yang menggantungkan hidup di area pelabuhan.

Diharapkan dengan kehadiran rutin Babinsa di pelabuhan, masyarakat semakin percaya bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat, dan warga.

Pelaksanaan tugas Babinsa di Pelabuhan Namodale bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata pengabdian kepada bangsa. Dengan hadir di tengah masyarakat, Babinsa Kodim 1627/RN menegaskan bahwa negara selalu ada untuk menjamin setiap perjalanan rakyatnya berlangsung aman, tertib, dan bermartabat.


" Magdhalena "

Kodim 1627/RN Dorong Penyelesaian Konflik Secara Adat, Babinsa Batutua Jadi Penengah Warga

Mediasi di Rumah Babinsa Satukan Dua Keluarga, Teguhkan Nilai Gotong Royong


Rote Ndao – Kehadiran Babinsa sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah kembali tampak dalam penyelesaian sengketa warga di Kecamatan Lobalain. Serka Janry Selanno, anggota Koramil 1627-03/Batutua, Kodim 1627/Rote Ndao, memimpin proses mediasi konflik yang terjadi antara keluarga Albert Today dan Jeumawit O. Pada pada Senin malam (20/10/2025), bertempat di kediamannya di Dusun Ne’e Mok, Desa Sanggaoen.

Konflik ini bermula dari permainan anak-anak seusai ibadah keluarga suku Timor sehari sebelumnya. Saat ibadah berakhir, keributan kecil terjadi dan membuat Marthin Pada, 9 tahun, menangis akibat diduga ditendang anak lain. Mendengar hal tersebut, sang ayah, Jeumawit O. Pada, mendatangi lokasi dan meluapkan emosi dengan kata-kata kasar. Kehadiran ibu Belandina Yohana Today Bailao yang menyaksikan kejadian itu memicu kesalahpahaman dan ketegangan di antara kedua keluarga.


Keesokan harinya, Albert Today meminta bantuan Serka Janry Selanno selaku Ketua RT untuk memfasilitasi penyelesaiannya. Serka Janry mengumpulkan kedua pihak dalam suasana terbuka dan mengedepankan dialog. Dalam mediasi tersebut, ia menegaskan bahwa insiden ini dapat diselesaikan secara damai apabila kedua pihak mau menjunjung nilai kekeluargaan dan menerima fakta serta saksi yang ada.

Mediasi menghasilkan beberapa kesepakatan penting: penyelesaian dilakukan secara non-pemerintahan melalui jalur kekeluargaan, anak-anak yang berkelahi diberi nasihat dan teguran, serta orang tua diminta meningkatkan pengawasan dan mendidik anak dengan lebih bijak. Prosesi perdamaian ditutup dengan saling bermaafan menggunakan adat Rote, yaitu cium damai, dan dilanjutkan doa bersama sebagai wujud syukur.

Momen ini tidak hanya meredakan konflik, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat. Peran aktif Serka Janry Selanno mencerminkan komitmen Kodim 1627/RN dalam menjaga stabilitas sosial melalui pendekatan persuasif dan adat istiadat lokal.

Dalam situasi apapun, kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga soal memelihara kedamaian, membangun kepercayaan, dan menjaga harmoni sosial. Perdamaian sederhana ini menjadi contoh bahwa penyelesaian masalah tidak selalu harus melalui jalur hukum, tetapi dapat melalui hati dan kearifan budaya lokal.


" Magdhalena "

Onenews'tv YouTube chanel

 







Iklan Unit

https://youtu.be/PObt3O_mE5c?si=fVGWI5mXhz2W1sE6