ONE NEWS NUSANTARA

One News Nusantara

Selamat datang di portal berita independen Onanewsnusantara.online yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan inspiratif dari pelosok Nusantara. Dengan tagline “Menyuarakan Rakyat, Menyatukan Nusantara”, kami hadir untuk mengangkat suara rakyat, mendukung transparansi publik, serta melestarikan budaya dan potensi daerah demi kemajuan bangsa.." Dan Mohon Maaf Bila Ada Kesalahan Kata Dalam Penulisan "

Onenewsnusantara.online

Rabu, 05 November 2025

Kodim 1627/Rote Ndao Dampingi Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis

Babinsa Koramil 1627-01/Ba’a Koptu Syahrul Ramadhan Pastikan Distribusi Tepat Sasaran dan Berjalan Lancar


Rote Ndao — Sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, Babinsa Koramil 1627-01/Ba’a, Koptu Syahrul Ramadhan, melaksanakan pendampingan dan pemantauan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di wilayah Kabupaten Rote Ndao pada Rabu (5 /11/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 07.00 WITA, berpusat di Kompleks Perkantoran Ti’i Langga Permai, Jalan Lekunik, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain. Program MBG ini diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Makanan Bergizi Gratis dan dilaksanakan secara serentak di 17 titik sekolah dan satu titik posyandu, mencakup ribuan peserta didik serta masyarakat penerima manfaat.

3.065 Penerima Manfaat di 18 Titik Lokasi

Dalam pelaksanaannya, program MBG di Rote Ndao menyasar 3.040 siswa dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga sekolah luar biasa (SLB) — serta 25 ibu menyusui di Posyandu Mokdale.

Sekolah-sekolah yang ikut serta antara lain SDN Oeteas (157 siswa), SDN Nauhadoen (147 siswa), SD GMIT Oelunggu (102 siswa), SD Inpres Oehendak (148 siswa), SD GMIT Oemalain (103 siswa), dan SD GMIT Oesamboka (177 siswa).

Selain itu, terdapat pula SD Inpres Sanggoen (142 siswa), SD SLB (38 siswa), SMPN 4 Lobalain (148 siswa), SMP SLB (26 siswa), SMA SLB (23 siswa), TK Asih Kristen Mokdale (64 siswa), TPA Kabupaten Rote Ndao (89 siswa), TK Efata (29 siswa), serta sekolah Kristen Kristoforus dengan total 511 siswa dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Jumlah penerima manfaat terbanyak berasal dari SMA Negeri 1 Lobalain, yakni mencapai 1.235 siswa.

Menu makanan yang disajikan dalam kegiatan ini terdiri dari nasi putih, sayur asam manis dengan kacang panjang dan wortel, tahu goreng, telur rebus, dan buah semangka sebagai pelengkap nutrisi alami. Komposisi menu tersebut disiapkan dengan pengawasan tim gizi untuk memastikan kandungan protein, vitamin, dan karbohidrat sesuai kebutuhan anak usia sekolah.

Babinsa Turun Langsung Awasi Proses Distribusi

Sejak pagi, Koptu Syahrul Ramadhan hadir di dapur umum lokasi pusat kegiatan untuk melakukan pemantauan proses memasak dan pengemasan makanan. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan dengan higienis dan sesuai standar penyajian. Setelah itu, pukul 08.00 WITA, pendistribusian makanan dimulai menuju ke 17 sekolah dan satu posyandu di wilayah Lobalain dan sekitarnya.

“Kami dari TNI melalui para Babinsa terus mendukung kegiatan positif seperti ini, karena program makan bergizi bukan hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar dan kepedulian sosial,” ujar Koptu Syahrul Ramadhan di sela kegiatan.

Babinsa juga berkoordinasi dengan tim MBG dan para kepala sekolah agar distribusi berjalan tertib serta seluruh siswa mendapat bagian sesuai daftar penerima. Kegiatan berakhir pukul 11.15 WITA dalam suasana aman, tertib, dan penuh antusias dari para siswa.

Dandim 1627/Rote Ndao Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono, S.H., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program MBG di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat TNI AD dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program makanan bergizi ini sangat strategis untuk menekan angka stunting dan membangun generasi muda yang sehat serta cerdas. Kehadiran Babinsa menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir untuk rakyat, bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan manusia,” tegas Dandim.

Melalui kegiatan ini, Kodim 1627/Rote Ndao memperkuat perannya sebagai mitra aktif pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat Rote Ndao yang sehat, sejahtera, dan tangguh. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang kuat secara fisik dan cemerlang dalam prestasi.


" Magdhalena "


Kodim 1627/Rote Ndao Dukung Pemberian Makanan Bergizi untuk Ribuan Siswa di Rote Timur

Babinsa Koramil 1627-02/Rote Timur Dampingi Kegiatan Makan Sehat di Yayasan Terdinda Berkat Lancar


Rote Ndao — Dalam rangka meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dan mendukung program nasional pencegahan stunting, Babinsa Koramil 1627-02/Rote Timur, Serda Ismail Rahadat, melaksanakan pendampingan kegiatan pemberian makanan sehat dan bergizi di Yayasan Terdinda Berkat Lancar, Desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, pada Rabu (5/11/2025) pagi.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG RI) yang dilaksanakan oleh pihak ketiga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI). Program tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah di wilayah terpencil dan perbatasan, agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ribuan Siswa di Rote Timur Terima Menu Bergizi

Program pendistribusian makanan sehat kali ini menyasar 2.905 siswa dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari TK hingga SMA di wilayah Kecamatan Rote Timur. Rincian penerima manfaat meliputi 235 anak TK dan PAUD, 1.074 siswa SD, 621 siswa SMP, serta 975 siswa SMA/SMK dan MA.

Setiap siswa menerima paket makanan bergizi yang terdiri atas nasi putih, telur goreng, tempe goreng, acar, dan buah jeruk sebagai sumber vitamin. Menu sederhana tersebut dirancang oleh ahli gizi agar memenuhi standar kebutuhan nutrisi anak usia sekolah.

Kegiatan ini melibatkan 52 anggota tim MBG, dengan rincian 11 orang bagian penyiapan dan memasak, 4 orang tim pendistribusian, serta sejumlah petugas lain seperti bagian kebersihan, keamanan, ahli gizi, hingga kepala lapangan. Seluruh kegiatan berlangsung dengan koordinasi yang baik antara pihak penyelenggara, Babinsa, dan tenaga pendidik di masing-masing sekolah.

Sinergi TNI dan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Anak

Dalam kegiatan tersebut, Serda Ismail Rahadat berperan aktif memastikan seluruh proses pendistribusian berjalan lancar dan tepat sasaran. Ia juga berinteraksi langsung dengan para guru serta siswa untuk memberikan semangat dan edukasi tentang pentingnya menjaga pola makan sehat.

“Kami dari TNI, khususnya Babinsa, siap mendukung setiap program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Anak-anak adalah masa depan bangsa, dan memastikan mereka mendapat asupan gizi yang baik adalah bentuk nyata kepedulian kami,” ujar Serda Ismail.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim pelaksana MBG, Kepala Sekolah SD Papela, serta perwakilan guru dari sekolah-sekolah yang terlibat. Hingga pukul 10.15 WITA, kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para siswa. Tidak terdapat gangguan atau kendala yang menonjol selama pelaksanaan.

Komitmen Kodim 1627/Rote Ndao untuk Generasi Sehat dan Cerdas

Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono, S.H., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif Babinsa di wilayah jajarannya yang terus bersinergi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, termasuk peningkatan kualitas gizi anak-anak sekolah.

“Program seperti ini merupakan langkah strategis dalam membangun generasi emas Indonesia. TNI akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Kodim 1627/Rote Ndao menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, mendukung setiap upaya peningkatan kualitas hidup, dan memastikan program pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan berjalan optimal di wilayah perbatasan.

Sinergi yang terbangun antara TNI, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi demi mewujudkan anak-anak Rote Timur yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan yang gemilang.


" Magdhalena "

Kodim 1627/Rote Ndao Dukung Gerakan Pemberian Makanan Sehat di Pantai Baru

Babinsa Dampingi Ribuan Siswa Terima Menu Bergizi dari Program MBG RI


Rote Ndao — Dalam upaya mendukung peningkatan gizi dan kesehatan anak di wilayah terpencil, Babinsa Koramil 1627-02/Pantai Baru, Koptu Mesak Foeh, melaksanakan kegiatan pendampingan pemberian makanan sehat dan bergizi kepada para siswa di Yayasan Sasando Abadi, Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (5 / 11 / 2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG RI) yang diselenggarakan oleh pihak ketiga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia. Program tersebut menyasar anak-anak usia sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA sebagai bagian dari upaya mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang generasi muda di wilayah perbatasan selatan Indonesia itu.

Distribusi Makanan untuk 3.093 Siswa di Pantai Baru

Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA dengan melibatkan 48 orang dari tim pelaksana MBG. Sebanyak 42 orang bertugas menyiapkan dan memasak makanan, sementara enam orang lainnya menangani pendistribusian ke berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Pantai Baru.

Total sasaran penerima manfaat mencapai 3.093 siswa, terdiri dari 406 anak TK dan PAUD, 1.297 siswa SD, 640 siswa SMP, dan 750 siswa SMA/SMK. Setiap anak menerima paket menu sehat yang berisi nasi putih, telur, perkedel tahu, sayur wortel dan kol, serta buah jeruk sebagai sumber vitamin C.

Beberapa sekolah penerima antara lain TK Imanuel Pantai Baru, SDN 1 Olafulihaa, SMPN 1 Pantai Baru, serta SMAN 1 Pantai Baru. Kegiatan ini disambut hangat oleh para kepala sekolah, guru, dan siswa, yang mengaku antusias menerima bantuan makanan bergizi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa Koptu Mesak Foeh turut memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Ia juga membantu proses pendistribusian agar setiap sekolah mendapat jatah sesuai daftar penerima.

“Kami mendukung penuh program pemerintah dalam upaya mencetak generasi yang sehat dan cerdas. TNI, melalui para Babinsa, siap hadir dan membantu agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib serta tepat sasaran,” ujar Koptu Mesak Foeh di sela kegiatan.

Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan Yayasan Maritim Flobamora Nusantara selaku pelaksana lapangan, seluruh kepala sekolah, serta para guru pendamping dari setiap jenjang pendidikan. Hingga pukul 11.10 WITA, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman tanpa kendala.

Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurnia Santiadi Wicaksono, S.H., dalam keterangannya terpisah menyampaikan apresiasi kepada jajaran Babinsa yang terus aktif mendukung program pemerintah, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting bagi daerah-daerah yang jauh dari pusat layanan kesehatan. TNI akan terus berkolaborasi dengan semua pihak untuk memastikan anak-anak di Rote Ndao mendapat gizi yang cukup demi masa depan yang lebih baik,” tegas Dandim.

Melalui kegiatan ini, Kodim 1627/Rote Ndao menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan warga, terutama generasi muda.

Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan aparat kewilayahan, diharapkan program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing, dimulai dari anak-anak di pelosok Pantai Baru, Rote Ndao.


" Magdhalena '

Senin, 03 November 2025

Sisi Tergelap Surga: Makna Surga yang Dijual Mahal


Penulis :
Vivin Rahman - Mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia-UNP.

Ringkasan :
Novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna menggambarkan realitas keras Jakarta sebagai simbol “surga” yang gelap. Melalui kisah kaum miskin kota, novel ini mengkritik ketimpangan sosial dan penderitaan sebagai harga kebahagiaan. Brian menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan materi, melainkan rasa syukur dan penerimaan hidup.


Onenewsnusantara.online - Siapa dari kita yang tak kenal dengan Jakarta? Dari kecil kita melihat kerennya Jakarta, saat menonton di televisi. Melalui sinetron kita tahu bagaimana bentuk rumah mewah dan mobil yang berkilau. Banyak dari kita juga mengenal ibu kota melalui cerita dari ibu-ibu yang bangga karena anaknya sudah sukses di rantau.

Jakarta yang menjadi simbol dari surga dalam novel Sisi Tergelap Surga adalah lambang dari kebahagiaan. Ketika “surga” yang kita ketahui biasanya indah dan terang, dalam novel ini Brian Khrisna menggambarkannya menjadi “gelap” dan terasa “tertutup”. Brian Khrisna seolah-olah berusaha menelanjangi sistem sosial melalui penderitaan tokoh-tokoh yang diciptakannya. Sebagaimana sistem yang membuat manusia percaya bahwa penderitaan adalah sebuah harga untuk mendapatkan “surga”.

Di dalam novel Sisi Tergelap Surga, Brian Khrisna menggambarkan Jakarta dalam bentuk yang kotor dan melelahkan.

Kota ini tak kenal libur dalam memeras jatah hidup anak-anaknya. Wangi deterjen dari rumah-rumah papan yang berimpitan menyeruak ke mana-mana, bercampur dengan bau asap rokok, bau tahi kucing, dan bau busuk selokan mampet yang berada tepat di belakang gardu listrik. Hal 27

Realitas kehidupan Jakarta memang tidak seindah mimpi-mimpi masa kecil. Penulis seperti ditampar bolak-balik oleh kenyataan. Meskipun Brian Khrisna tidak menonjolkan tokoh utama seperti cerita pada umumnya, di novel Sisi Tergelap Surga kita menemukan banyaknya tokoh yang hidup berdampingan. Mereka semua saling terhubung dalam benang merah yang disebut kemiskinan.

Novel ini memiliki lebih dari dua puluh orang tokoh dan beragam profesi. Halal dan haramnya pekerjaan bukan lagi menjadi masalah. Mulai dari maling, LC, banci, pemulung, cleaning service, manusia silver, dan badut keliling. Bagi mereka di kampung itu, pagi hari berarti bertahan hidup sekali lagi.

"Tetap jadi lonte saja, Rin. Hidup ini cuma mampir doang terus modar dimakan cacing." Hal 27

"Jangan nyerah, Mas. Hidup mau sebahagia apa juga, ujung-ujungnya pasti berakhir. Begitu juga sebaliknya. Hidup semenderita apa pun, ujung-ujungnya pasti mati juga. Jadi ya jalani aja." Hal 222

Dapat dilihat melalui beberapa kutipan yang penulis ambil dari novel Sisi Tergelap Surga menjelaskan bagaimana sistem sosial menanamkan kesadaran palsu (false consciousness) pada kelas bawah yaitu penderitaan yang mereka alami merupakan hal yang wajar, dan perlawanan tidak akan dapat mengubah apa pun.

Di kota ini, tanah kuburan lebih mahal dari biaya hidup setengah tahun lebih. Orang miskin tidak berhak sakit. Orang miskin tidak boleh mati. Mereka yang hidup tanpa pernah mengenal kata manja, anehnya justru paling sering mengalami kehilangan, diinjak, dan dijatuhkan. Hal 38

Tanpa novel ini pun Jakarta memang memiliki paradoks kelas sosial di dalamnya. Akan tetapi, Brian Khrisna mampu mengemas fenomena-fenomena itu menjadi sebuah buku. Menurut penulis, Brian Khrisna secara blak-blakan menggunakan gaya Bahasa yang terlalu vulgar. Penulis menemukan berbagai kata-kata kasar yang menyangkut perkelaminan disebutkan di sini, berulang kali, tanpa sensor.

Menurut penulis, meskipun gaya Bahasa yang digunakan terasa kasar, hal ini merupakan bentuk kejujuran dari kenyataan yang ada. Brian Khrisna mampu menggiring penulis untuk ikut merasakan bagaimana penderitaan tiap tokoh.

Betul kata orang-orang, beberapa anak memang terlahir beruntung di tengah keluarga yang berkecukupan materi. Sisanya lebih beruntung karena diberi hati dan tulang yang kuat untuk berusaha sendiri. Hal 190

Dalam kutipan tersebut lagi-lagi Brian Khrisna menyindir keras bagaimana kelas sosial yang terjadi di Masyarakat kita. Anak-anak yang terlahir di keluarga kaya seolah sudah mendapatkan tiket surga menuju kebahagiaan sedari awal. Namun, menuju akhir cerita adanya pergeseran makna bahagia yang ingin disampaikan Brian Khrisna.

Jangan jadi orang yang harus bahagia dulu untuk bisa bersyukur. Atau harus susah dulu untuk ingat Tuhan. Hal 290

Kutipan ini memutarbalikkan makna bahagia sebelumnya, seolah ada batas yang kabur antara Bahagia dan sengsara yaitu “rasa Syukur”. Brian Khrisna berusaha menegaskan bahwa materi bukanlah satu-satunya sumber untuk kebahagiaan. Dengan demikian, makna dari “surga” bukanlah tempat atau pun martabat yang bisa dibeli dengan materi, akan tetapi makna “surga” yang berarti kebahagiaan adalah keadaan batin setiap manusia yang menerima baik-buruk hidupnya.



" Joe young "


Babinsa Kodim 1627/RN Dampingi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

Dukung Pemerintah Tingkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Siswa di Rote Ndao

Rote Ndao, 3 November 2025 — Babinsa Koramil 1627-01 Baa Lobalain menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di kompleks Koramil 1627-01 Baa Lobalain, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Senin (3/11/2025) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WITA hingga selesai ini diikuti oleh sejumlah siswa-siswi dari sekolah sekitar serta para pendamping dan perangkat pemerintahan setempat.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan konsentrasi belajar siswa. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa turut hadir untuk mendukung kelancaran pelaksanaan dan memastikan pendistribusian makanan berjalan dengan aman serta tepat sasaran.

Sertu Nelson Sine, Babinsa Koramil 1627-01 Baa Lobalain yang memimpin kegiatan pendampingan tersebut, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial masyarakat seperti ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam membangun generasi muda yang sehat dan cerdas.

“Ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya siswa-siswi di sekolah,” ujar Sertu Nelson Sine.

Ia menambahkan, kegiatan MBG memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang akan tumbuh dengan lebih sehat, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta mampu berkonsentrasi lebih tinggi dalam proses belajar.

“Program ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak dan meningkatkan prestasi belajar mereka,” tambahnya.

Selain mendampingi pelaksanaan kegiatan, Babinsa juga terlibat aktif dalam memantau kualitas makanan yang disajikan, memastikan setiap siswa menerima porsi makanan bergizi sesuai ketentuan, serta menjaga agar distribusi berjalan tertib.

“Kami juga membantu memantau kualitas makanan dan memastikan semua porsi bergizi diterima oleh siswa,” ungkap Sertu Nelson.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pendampingan ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para siswa tentang pentingnya pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang bersahabat, Babinsa memberikan penjelasan sederhana agar anak-anak memahami manfaat gizi seimbang bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Danramil 1627-01 Baa Lobalain, Kapten Inf Nelson Sine, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya program MBG di wilayah binaannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan misi Kodim 1627/Rote Ndao (Kodim 1627/RN) untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui kegiatan sosial yang berdampak langsung.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah bekerja sama. Dengan sinergi seperti ini, kita bisa memastikan anak-anak di Rote Ndao tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berprestasi,” ujarnya.

Kegiatan MBG yang didampingi Babinsa ini disambut antusias oleh siswa dan guru yang hadir. Selain menikmati makanan bergizi, para siswa juga mendapatkan motivasi untuk menjaga kesehatan dan semangat belajar mereka.

Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Kodim 1627/Rote Ndao kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa semangat pengabdian TNI tidak hanya hadir di medan tugas, tetapi juga di setiap sendi kehidupan rakyat yang dilayaninya.


" Magdhalena "

Onenews'tv YouTube chanel

 







Iklan Unit