ROTE NDAO – Upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah kembali menjadi prioritas Kodim 1627/Rote Ndao. Pada Jumat, 14 November 2025, jajaran Koramil 1627-03/Batutua diterjunkan untuk memastikan proses pembongkaran blokade jalan di RT 001 RW 001, Dusun Oemau, Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat, berjalan aman dan tanpa gesekan. Blokade tersebut sebelumnya dilakukan oleh kelompok pengunjuk rasa dan pihak tuan tanah yang bersengketa, sehingga mengganggu arus transportasi masyarakat setempat.
Mulai pukul 14.00 Wita, Babinsa Koramil 1627-03/Batutua, Pelda Suandrik, hadir langsung di lokasi untuk memonitor jalannya kegiatan. Pembongkaran blokade dilakukan setelah berbagai pihak menilai kondisi tersebut telah menghambat mobilitas warga, termasuk akses menuju lahan pekerjaan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Selain Babinsa, pemantauan turut melibatkan unsur kepolisian dari Polsek Rote Barat, masing-masing Aipda Wayan Juana dan Bripka Fance Bait, yang bertugas menjaga situasi tetap kondusif selama proses berlangsung. Hadir pula pihak tuan tanah yang sebelumnya menjadi bagian dari aksi pemblokiran, antara lain Eliohref Mbatu beserta keluarga, Mateos Mbatu beserta keluarga, serta Hermanus Mbatu dan keluarganya.
Imbauan Tegas Babinsa: Hindari Provokasi, Jaga Persatuan
Dalam kegiatan tersebut, Pelda Suandrik memberikan penegasan bahwa seluruh pihak harus tetap menahan diri dan tidak mudah terpengaruh provokasi dari pihak mana pun. Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antarwarga agar tidak timbul konflik horizontal di Desa Bo’a.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah persatuan. Masalah ini harus diselesaikan melalui jalur yang benar, dengan mengutamakan dialog serta kepentingan bersama,” ujarnya kepada warga yang hadir.
Keberadaan aparat gabungan tersebut bukan hanya untuk memastikan aktivitas pembongkaran berjalan lancar, tetapi juga sebagai langkah preventif terhadap potensi gesekan yang mungkin terjadi akibat perbedaan pendapat di tengah warga.
Warga Sambut Baik Normalisasi Akses Jalan
Sejumlah warga Desa Bo’a menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kodim 1627/RN dalam menangani situasi tersebut. Banyak yang merasa aktivitas sehari-hari mereka sangat terdampak oleh blokade jalan selama beberapa waktu terakhir. Proses pembongkaran yang berlangsung damai menjadi harapan agar situasi kehidupan sosial masyarakat kembali normal.
Sementara itu, pihak tuan tanah yang sebelumnya melakukan penutupan jalan menyatakan bersedia membuka akses kembali, dengan catatan proses penyelesaian sengketa tetap dilanjutkan melalui jalur komunikasi yang difasilitasi pemerintah desa dan aparat keamanan.
Hingga sore hari, kegiatan pembongkaran berlangsung tertib dan tanpa insiden. Jalan yang sempat terhalang kini dapat dilalui kembali oleh masyarakat, baik pejalan kaki maupun kendaraan roda dua.
Menjaga Keamanan Wilayah Lewat Pendekatan Humanis
Kegiatan hari ini menegaskan peran strategis Babinsa dan jajaran Kodim 1627/RN dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan persuasif dan dialog. Melalui kehadiran langsung di lapangan, aparat TNI tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga mendorong penyelesaian masalah secara damai dan terukur.
Di tengah dinamika sosial masyarakat pedesaan, komunikasi terbuka dan mediasi aktif menjadi kunci untuk menghindari perpecahan. Pembongkaran blokade jalan di Desa Bo’a menjadi contoh bahwa ketegangan bisa diselesaikan tanpa kekerasan ketika semua pihak mau duduk bersama dan mengutamakan kepentingan umum.
Dengan normalnya kembali akses transportasi, masyarakat Desa Bo’a kini dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Langkah koordinatif Kodim 1627/RN bersama Polsek Rote Barat ini sekaligus meneguhkan bahwa kehadiran aparat negara tetap menjadi pilar penting dalam memperkuat keamanan dan solidaritas sosial di tingkat akar rumput.
" Magdhalena "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar